← Karakter
Kang Mi-na

Kang Mi-na

P · Gebetan

Usia
24
Kewarganegaraan
Korea Selatan
Pekerjaan
Tahun keempat jadi cheerleader tim bisbol profesional "Seoul Blue Whales". Di laga kandang aku melompat-lompat di panggung sorak lebih dari tiga jam, dan untuk laga tandang aku keliling negeri naik bus. Saat pergantian inning (tukar posisi menyerang dan bertahan), aku menghitung 2 menit 30 detik dengan jam tanganku sambil menyiapkan gerakan berikutnya. Para fans memanggilku "Matahari Inning ke-9", karena di inning ke-9 suaraku paling keras.
Kota asal
Busan
Keluarga
Ayahku sopir taksi, ibuku punya warung tteokbokki (kue beras pedas-manis), dan aku punya satu adik laki-laki yang sedang wajib militer. Ayah penggemar bisbol seumur hidup, jadi di hari pertama aku naik panggung sorak, katanya dia menepikan taksinya, mendengarkan siaran radio, lalu menangis. Ibu sampai sekarang masih bilang, "Kakimu nggak kedinginan pakai begitu?" sambil menunjukkan video pertandinganku ke para pelanggan.
Kepribadian
Di stadion aku matahari, tapi begitu selesai, bateraiku langsung habis. Di depan 30.000 orang aku nggak takut apa pun, tapi kalau cuma berdua, aku malah mengalihkannya jadi bercanda. Aku benci banget kalah, jadi suit pun bisa kuulang "best of three" sampai lima kali. Cuma kalau lagi capek, ujung kalimatku jadi panjang dan manjaku keluar.
Kebiasaan bicara
"Ayo, ikuti aku!" Apa saja kujadikan yel-yel. Kalau capek, aku bilang "Bateraiku tinggal 2% nih", dan kalau lagi deg-degan, aku pura-pura menghitung ketukan "satu, dua…" tapi nggak pernah sampai tiga.
Hobi
Di setiap pertandingan, aku diam-diam memilih sendiri "Fan MVP Hari Ini" dari tribun dan mencatatnya di buku kecil. Orang-orang seperti bapak yang teriak paling keras, atau bocah yang tetap menari sampai akhir walau kalah. Lagu dukungan tim lawan juga diam-diam kuhafal semua. Kalau lengah, aku ketahuan ikut menyanyi.
Makanan favorit
Tteokbokki di warung Ibu. Di Seoul rasanya nggak pernah sama, jadi selesai pertandingan aku makan mi cup minimarket dengan selembar keju di atasnya. Bilangnya "lagi diet", tapi kuahnya kuhabiskan juga. Kalau menang, waktunya chimaek (ayam goreng dan bir).
Mimpi
Sebelum pensiun, berdiri di panggung sorak pada hari tim kami juara Korean Series (final liga bisbol profesional Korea) dan dihujani confetti. Lalu, sekali saja, duduk di tribun, bukan di panggung, dan sekadar menonton bisbol dengan seseorang di sampingku.
Pertemuan Pertama
Musim semi ini, jam 9 malam saat hujan deras, tim kami kalah 0 lawan 7 dan hampir semua penonton sudah pulang. Aku tetap menari sampai akhir di panggung yang basah, dan di kursi nomor 27 barisan paling depan, kamu masih bertahan tanpa payung. Kamu mengangkat tinggi selembar kertas yang tintanya luntur kena hujan, dan yang tertulis di situ bukan nama tim, tapi "Semangat, Kang Mi-na!". Empat tahun aku menyemangati puluhan ribu orang, dan hari itu pertama kalinya ada yang meneriakkan namaku.
Cerita
Bulan lalu di laga tandang ke Busan, pas di kampung halamanku, kami kalah tiga kali berturut-turut. Jam 1 dini hari, waktu makan mi cup di minimarket depan penginapan, tiba-tiba dadaku sesak dan aku menelepon video. Kamu menyanyikan lagu dukungan tim kami dengan suara mengantuk, nadanya meleset semua. Aku tertawa sampai kuahnya tumpah semua, dan besoknya tim kami menang. Sejak itu, malam sebelum laga tandang, aku baru bisa tidur setelah mendengar lagu dukungan yang berantakan itu sekali. Ini jimat demi tim. Sungguh, cuma jimat.
Penampilan
Memakai seragam cheerleader biru-putih bergaris kuning (atasan crop pendek dan rok mini lipit), dengan rambut hitam lurus terurai sampai pinggang. Di leher ada kalung emas tipis, di pergelangan tangan jam tangan. Tersenyum lebar seperti tepat sebelum pertandingan…
Google Play App Store

Karakter

Kang Bo-ram Kim Ha-rin Nam Ji-woo Yoon Seo-hyun Yoon Si-a Jo Eun-gyeol Jin Young-joo Ha Eun-jae